Senin, 25 Juni 2012

Cara Memperbesar Payudara Secara Tradisional dan Alami

Berikut adalah cara memperbesar payudara secara tradisional dan alami tanpa obat perangsang ataupun alat yang bisa membahayakan. Cara ini Bisa dilakukan dengan mudah hingga tercipta bentuk dan ukuran payudara yang berisi sesuai yang kita harapkan yaitu Ukuran payudara yang besar, bentuk payudara menantang, berisi, dan kokoh.



Berikut adalah Cara Memperbesar Payudara Secara Tradisional dan Alami  :



1. Memijat payudara



Lakukan hal ini dengan rutin, sesering mungkin dalam sehari, minimal 15 menit sehari. Pemijatan payudara dapat memperlancar sirkulasi darah ke payudara dan menstimulasi prolaktin, yang akan memperbesar payudara. Pemijatan rutin saja bila kita rajin, dapat menaikkan ukuran sampai 2 – 3 cm per minggu. Bayangkan dengan 3 cm per minggu saja, berapa kenaikan ukuran yang bisa kita dapatkan dalam sebulan atau dua bulan?



Pemijatan payudara ini sangat krusial. Sah-sah saja bila saat ini Anda sedang menggunakan krim atau pil pembesar payudara. Namun tanpa pemijatan payudara, maka hasil yang didapat tidak akan maksimal. Karena pemijatan adalah yang sesungguhnya membuat keajaiban terjadi. Lakukan pijatan secara rutin.



2. Tumbuhan yang berkhasiat (fitoestrogen)



Tanaman yang berkhasiat dapat menaikkan ukuran payudara hingga 50% adalah fenugreek (Trigonella foenum-graecum) atau dalam nama lain Methi atau Helba/ Hulbah. Kalo di Barat sih, fenugreek dan suplemennya ada di setiap toko kesehatan dalam bentuk kapsul suplemen—baik kapsul penurun kolesterol atau kapsul penyubur rambut.



Fenugreek berasal dari Timur Tengah dan kabar gembiranya, ia beredar di Indonesia dalam toko-toko barang khas Arab/Muslim. Lain kali Anda mencari fenugreek di toko Arab, tanyakan “ada Hulba, nggak?”. Biasanya harga fenugreek setengah kilonya sekitar 40.000 rupiah. Sebutan fenugreek adalah hulba atau helba. Usahakan memperoleh fenugreek bubuk, jadi tinggal diencerin air lalu dioles ke payudara. Konon, para harem Timur Tengah dahulu memakan biji fenugreek untuk memperbesar ukuran payudaranya.



Tanaman selain fenugreek yang dapat dipakai adalah akar dong quai, wild yam, red clover, adas, dan saw palmetto. Saw palmetto beredar di Indonesia dalam berbagai suplemen, namun harganya masih mahal karena diimpor dari habitat asalnya, Florida. Belum lagi untuk yang muslim, gak dijamin kehalalannya karena gelatin yang digunakan untuk kapsul saw palmetto dari gelatin yang bisa dari babi. Saw palmetto berfungsi menekan hormon maskulin sehingga hormon feminin dapat bekerja dan menambah ukuran payudara.



Ada tanaman lain yang dapat digunakan buat kita yang di Indonesia, yakni buah adas (fennel), daun katuk, dan akar dandelion.



Adas memiliki khasiat yang sama ampuhnya seperti fenugreek. Salah satu kerja Adas dalam memperbesar payudara adalah mengaktifkan sel-sel reseptor estrogen dan membersihkannya dari zat-zat toksin seperti xenoestrogen (akan dijelaskan kemudian). Akar dandellion juga memiliki kerja yang sama dengan adas.



Adas ini dibuat dalam ekstrak cair, lalu dioleskan ke payudara sambil dipijat (tanpa pemijatan, pembesaran payudara takkan optimal). Adas harus dalam bentuk cair saat dioleskan ke payudara, agar payudara kita dapat menyerapnya dengan mudah. Caranya, adas dihaluskan, lalu ditambah air. Sebelum melakukan ini, payudara dioles dulu dengan air hangat agar pori-pori kulitnya terbuka dan lebih mampu menyerap nutrisi dari adas.



Pertanyaan Anda mungkin, kenapa tidak diminum saja? Jawabnya, karena bila diminum, maka nutrien-nutrien adas itu harus melewati liver. Liver akan merombak banyak nutrisi penting adas termasuk fitoestrogen, sehingga yang “dinikmati” payudara hanya sekitar 12%-nya saja! Sedangkan, 80% dari fitoestrogen adas cair dapat diserap oleh payudara dengan cara pengolesan langsung ke kulit payudara.



Namun tetap diperlukan meminum/makan suplemen fitoestrogen agar dapat memperbaiki metabolisme dan kinerja estrogen secara langsung dari dalam tubuh. Caranya, adas diseduh atau diekstrak menjadi bentuk cair, lalu diminum saat perut kosong agar lebih cepat diserap tubuh. Namun, apabila pemberian fitoestrogen ini kurang bersahabat dengan lambung, makanlah bersama makanan.



Dan daun katuk? Sejauh ini krim-krim dan pil pembesar payudara di Benua Barat sana belum menggunakan yang satu ini—namun daun katuk layak dicoba. Pada ibu menyusui, daun katuk dapat memperbanyak air susu dengan memicu produksi hormon prolaktin. Prolaktin yang sama yang kita butuhkan untuk memperbesar payudara. Sejauh ini, adas, saw palmetto, akar dong quai, dan halba (fenugreek) yang diekspos besar-besaran dapat memperbesar payudara. Tidak ada salahnya mencoba daun katuk : bisa anda ekstrak (dihaluskan, ditambah air) atau dimasak sayur.



Menurut berbagai penelitian, estrogen tumbuhan (fitoestrogen) dapat menstimulasi reseptor estrogen kita dan menaikkan prostaglandin sehingga memiliki potensi untuk menaikkan ukuran payudara hingga 150% (Craig, 2006).



Namun kemampuan memperbesar ukuran ini nampaknya tidak dimiliki semua tanaman sumber fitoestrogen. Kedelai dan selederi adalah salah satu sumber fitoestrogen yang besar. Namun kedelai tidak terbukti dapat memperbesar payudara. Kita bangsaIndonesia adalah konsumen tempe terbesar. Tapi adakah kita jumpai perempuan Indonesia yang payudaranya besar karena banyak makan tahu atau tempe?



Namun estrogen yang berasal dari hewan justru memiliki efek kebalikannya. Estrogen hewan mungkin dapat menstimulasi pembesaran payudara, namun juga dapat menaikkan hormon yang menstimulasi pertumbuhan sel-sel secara abnormal pada payudara yang pada akhirnya akan berujung pada kanker payudara. Daging impor asal Amerika Serikat, adalah salah satu produk yang banyak estrogen ini karena tingginya penyuntikan estrogen sintetik (kadang estrogennya dari babi) pada hewan ternak di sana (Sapi, ayam, dll). Maka itu tak heran bahwa di Amerika Serikat, kanker payudara menjadi masalah nasional di mana 1 dari 8 wanita di sana terkena penyakit ini–terutama sejak FDA meloloskan hormon sintetik BST untuk meningkatkan produksi susu sapi. Maka itu, hati-hatilah dengan produk yang mengandung estrogen hewan!



3. Jauhi kafein!



Jauhi kafein (kopi, cola, soda) karena kafein dapat menghambat proses pembesaran payudara. Kafein mempercepat metabolisme, sehingga nutrisi yang diperlukan untuk memperbesar payudara justru akan cepat diubah menjadi energi. Semua terapi perbesaran payudara pun “mengharamkan” kafein. So, never ever touch caffeine if you want the breast enlargement works!!!!!!!!

4. Jangan terlalu kurus!!!

Payudara kita terdiri dari lemak. Karenanya, kita harus memiliki cukup lemak dalam tubuh agar payudara kita bisa besar/diperbesar. Maka itu tak heran kalau beberapa wanita obesitas yang menurunkan berat badan gila-gilaan, payudaranya pun ikut merosot, tidak kencang seperti sediakala.



Bila tubuh Anda terlalu kurus, maka bersiap-siaplah karena pembesaran payudara bisa jadi lebih lama, atau malah tidak bisa dilakukan kalau anda terlalu bolang alias bodi tulang. Jagalah berat tubuh tetap ideal atau setidaknya, jangan kurus-kurus banget. Untuk mengetahui berat tubuh kita sudah ideal atau belum, bisa diukur dengan rumus Body Mass Index (BMI).



5. Makan banyak protein dan kurangi konsumsi gula/manis-manis



Hal ini karena protein merupakan zat pembangun, termasuk pembangun sel-sel dan jaringan payudara. Bila Anda suka dengan makanan manis atau gula tinggi, sebaiknya hal ini dikurangi karena konsumsi gula berlebih akan membuat kerja insulin lebih tinggi. Kerja insulin yang tinggi mengakibatkan produksi hormon testosteron lebih tinggi pula, sehingga menghambat kinerja estrogen dan prolaktin. Singkatnya, dapat menghambat pembesaran payudara. I bet this is something you’ll never wish for.



6. Mengangkat-angkat barang ringan



Pernah ada sebuah penelitian di beberapa negara bagian AS mengenai pengaruh jam kerja waiter (pelayan restoran) pada pembesaran payudara. Ternyata, waiter yang bekerja dalam jam lebih banyak mengalami kenaikan ukuran payudara lebih banyak, yakni hingga 3,5 cup dalam waktu 3 bulannya. Hal ini berkaitan dengan otot-otot sekitar lengan dan dada yang jadi “naik” karena aktif digunakan untuk membawa-bawa baki berisi makanan pesanan. Payudara memang terdiri dari lemak. Namun di bawah lemak itu adalah otot dada yang dapat dilatih, diperbesar, dan “dinaikkan” sehingga payudara dengan sendirinya akan naik.

Penelitian ini masih dalam kajian karena jumlah objek percobaan yang relatif sedikit. Namun tak ada salahnya dicoba, bukan? Anda tak perlu repot-repot jadi waiter. Cukup menggotong-gotong barang ringan di rumah selama 15 menit per hari. Atau bila Anda anak sekolahan/kuliahan, bisa Anda lakukan dengan menggotong-gotong ransel Anda. Olahraga lain yang dapat dilakukan adalah renang.

Olahraga angkat barbel juga diyakini dapat memperbesar otot-otot di bawah payudara. Namun sebaiknya hal ini jangan dilakukan dalam jangka waktu panjang atau intensitas berlebihan karena dapat menyebabkan cedera otot permanen (sumber : mattfurey.com).



7. Tidak mengenakan bra selama tidur



Hal ini agar sirkulasi darah ke payudara tetap lancar. Sirkulasi darah ke payudara biasanya berlangsung optimal selama tidur, sehingga membuka bra saat itu “wajib” dilakukan. Namun lepaslah bra hanya ketika tubuh sedang dalam kondisi horizontal (berbaring). Jangan biasakan no-bra sehari-hari karena di samping nggak etis, membuat lemak payudara tertarik oleh gravitasi bumi—jadinya payudara melorot, dah.



8. Cukup Tidur



Sepele tapi penting. Hormon pertumbuhan, termasuk yang untuk payudara, secara alami diproduksi lebih optimum selama tidur nyenyak setidaknya 8 jam per hari. Bila kita tidur kurang dari 8 jam per hari, maka hormon pertumbuhan kita akan “sengsara”.



9. Waspadai Xenoestrogen



Jangan makan makanan panas dengan plastik!!! Anda mungkin tidak akan menyangka kalau ini ada kaitannya dengan pembesaran payudara. Plastik yang dipanaskan, polimer penyusunnya akan terurai menjadi monomer-monomer serta zat kimia turunan lain yang bersifat racun bagi tubuh (bahkan mengundang kanker). Salah satu zat kimia turunan itu adalah xenoestrogen. Xenoestrogen adalah “estrogen palsu” karena ia memiliki struktur kimia yang menyerupai estrogen, sehingga dapat menipu tubuh dengan menempati sel-sel reseptor estrogen dalam tubuh. Setelah itu, xenoestrogen akan mengirimkan sinyal-sinyal toksin yang mengacaukan metabolisme tubuh, termasuk menghambat perkembangan payudara.

Sumber-sumber xenoestrogen : makanan yang dipanaskan dengan plastik, makanan panas dalam plastik, pewarna rambut.



10. Mengoptimalkan Hormon Pertumbuhan



Hormon pertumbuhan, Growth Hormone, atau Somatotropin diproduksi oleh kelenjar ptiuari untuk merangsang regenerasi sel-sel tubuh. Hormon ini juga dibutuhkan untuk memperbesar ukuran payudara. Selain cukup tidur 8 jam, ada beberapa cara lain untuk mengaktifkan hormon pertumbuhan :

Berolahraga

Jangan makan makanan bergula selama 2 jam setelah olahraga. Makanan bergula akan memicu kerja insulin. Insulin tinggi akan menghalangi kerja hormon pertumbuhan.

Jangan langsung tidur setelah makan—beri jeda minimal 2 jam. Tidur adalah saat alami hormon pertumbuhan diproduksi—mekanisme alami tubuh memperbaiki dirinya sendiri. Tubuh yang dipenuhi makanan akan mengacaukan “konsentrasi” tubuh memperbaiki diri, sehingga hormon pertumbuhan terhambat.



11. Postur Tubuh



Agar payudara terlihat besar, postur tubuh Anda harus tegap. Jangan biasakan postur tubuh yang buruk seperti cenderung membungkuk karena di samping tidak baik untuk tulang, juga membuat payudara cepat melorot.



12. R-U-T-I-N



Di mana-mana, no such thing overnight succes. Semua cara di atas harus benar-benar dilakukan dengan rutin. Kalau Anda tekun, seluruh proses di atas akan terlihat hasilnya selama 2-3 bulan, dan mungkin lebih dari 4 bulan apabila Anda underweight alias terlalu kurus.



Namun kalau Anda tak sabar dan ingin hasil yang kilat seketika, maka operasi adalah satu-satunya jalan. Namun sebagai informasi, menurut suatu survei, 50% dari wanita Kanada yang melakukan operasi payudara mengalami komplikasi kesehatan serius sehingga harus mengunjungi dokter lagi dan lagi – pada akhirnya mereka harus menguras kantong lebih dalam, lebih mahal dari biaya operasi payudara itu sendiri. Pada kebanyakan kasus, operasi payudara biasanya harus diulang karena hal-hal tak diinginkan—seperti kebocoran silikon, dll. Belum lagi resiko kanker yang diterima apabila operasi dilakukan secara tidak aman.



KATALOG PRODUK DAN PELUANG USAHA  PT.VICTORY COSMETINDO

KLIK DISINI :


PT. Victory Cosmetindo

Office : Jl. Keadilan no. 4 – 5, Depok 16434, INDONESIA

Telp: 085218797227

E-mail: info@victorycosmetindo.com

Website:

www.victorycosmetindo.com









NPWP: 31.283.655.4-412.00

PELANGSING PERUT TERCEPAT

Pelangsing OLIVETREE DIET TEA, terlaris dan termurah, 100% alami tanpa efek samping. Terbukti sangat efektif dan aman serta berqualitas. Mulai bekerja melangsingkan tubuh sejak pertama kali dikonsumsi.DAN MAMPU MENURUNKAN BERAT BADAN 5-12 KG Tanpa diet ketat, tanpa olah raga berat, tanpa rasa lapar dan tanpa pantangan apapun DALAM WAKTU SEBULAN. Saatnya membuktikan keajaiban TEH NUTRISI PELANGSING ini.



ATURAN PAKAI PELANGSING OLIVETREE DIET TEA :



·Satu sachet bisa di seduh dua kali sehari.

·Saat mengkonsumsi obat ini, apa bila anda merasakan haus maka,perbanyak minum air atau juice.. (air minum 10-12 gelas sehari).

·Tetaplah makan pagi atau siang seperti biasa karena ini penting untuk menjaga kesehatan metabolisme tubuh anda.

·Untuk yang suka mengkonsumsi alkohol, selama pemakaian obat ini harap dihentikan dulu, karena biasa sedikit mengurangi keefektifan palangsing ini dalam membakar lemak.



SPESIFIKASI PELANGSING OLIVETREE DIET TEA :



Tersedia dalam kemasan jar untuk pemakaian 10 hari. SETIAP JARNYA TERDAPAT 10 SACHET CELUP DIET TEA PREMIUM.

Simpan di tempat yang kering dengan temperatur ruangan..

Harap digunakan dalam jangka waktu yang sesuai (sebelum 1 tahun setelah kemasan ini dibuka)



KOMPOSISI PELANGSING OLIVETREE DIET TEA :

OLIVETREE DIET TEA adalah pelangsing alami yang aman bagi tubuh. Teh yang di buat dari racikan BEBERAPAtumbuhan alami turun temurun yang sudah terbukti khasiatnya sebagai pelangsing alami 5-12kg sebulan.


KEGUNAAN PELANGSING OLIVETREE DIET TEA :

·Nutrisi diet tea ini akan mempercepat metabolisme tubuh anda sampai berkali-kali lipat.
·Membakar calory dlm tubuh dan meningkatkan energy.
·Menimbulkan effect kenyang dan menekan nafsu makan.
·Memecahkan timbunan lemak yg membandel di tubuh anda dan hasilnya anda anda akan mendapatkan tubuh baru yang lebih sehat,lebih indah,dan lebih cantik.
·Menurunkan berat badan 2-3 kg dalam seminggu , 5-12 KG sebulan
·Melangsingkan tubuh, mengurangi kolesterol
·Antioksidan tinggi & detoksifier
·Mengecilkan perut & peluntur lemak
·Menenangkan hati yang sedang gundah dapat mengobati berbagai penyakit
·Anti inflamasi; Analgesik; Antipiretik
·Menghilangkan stress



CATATAN :


·Selama pemakaian obat ini, diusahakan untuk tidak mengkonsumsi obat lain (agar kita bisa melihat hasilnya)

·Tidak Diperuntukkan Bagi wanita dibawah usia 8 tahun atau diatas 65 tahun. dan Wanita yg sedang hamil atau menyusui.



PERINGATAN :


·Hati hati menggunakan produk pelangsing yang mengandung phenolphthalein, obat pencahar yang tidak dibolehkan dalam dunia kesehatan karena potensinya sebagai penyebab kanker.
·Hati hati menggunakan produk pelangsing yang mengandung zat Sibutramine, obat pencahar yang tidak dibolehkan dalam dunia kesehatan karena potensinya sebagai penyebab meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke..


CARA PEMESANAN OLIVETREE DIET TEA :


·Harga Rp.30.000/ packs diluar ongkos kirim. 1 Packs berisikan 10 sachet untuk 10 hari. 1 sachet bisa di seduh 2-3 kali.

·Hubungi PT.Victory Cosmetindo di Jl. Keadilan Raya No 4 – 5 Rangkapan jayabaru ,pancoran mas ,kota depok - jawabarat.

·Telp : 021-77881178, SMS / HP : 085218797227

·Email : sales@victorycosmetindo.com


·Pembayaran Via BCA atau Bank Mandiri

·Pengiriman By JNE






KATALOG PRODUK DAN PELUANG USAHA  PT.VICTORY COSMETINDO

KLIK DISINI :
http://victory-distributorkosmetik.blogspot.com/2012/06/katalog-ptvictory-cosmtindo.html
·JETTSTREE HAIR MASK( MASKER RAMBUT KHUSUS ATASI RAMBUT UBAN )

JETTSTREE Hair Mask masker rambut khusus mengatasi RAMBUT UBAN 100% alami dari bahan bahan herbal. TERBUKTI sangat Efektif dan aman serta berqualitas . Mulai bekerja mengatasi rambut uban sejak pertama kali digunakan. Dan mampu mencegah penyebaran uban, menahan laju pertumbuhan uban, serta menghitamkan kembali rambut uban secara intensive dalam seminggu . Saatnya membuktikan keajaiban Masker Rambut yang satu ini.

HARGA RP.50.000 / PACK




·OLIVETREE WHITE TEA ( TEH PUTIH LANGKA DAN MEMILIKI BERBAGAI KHASIAT )

Olivetree White tea (teh putih langka yang TELAH TERBUKTI memiliki khasiat mengatasi berbagai penyakit berbahaya ) merupakan jenis tehyang memiliki kadar antioksidan tinggi, karena hanya melalui sedikit proses pengolahan dibandingkan dengan teh lainnya. Salah satu khasiatnya yaitu diantaranya membantu mencegah stroke, kanker dan penyebarannya, jantung koroner, darah tinggi , kolesterol, dan anti toksin serta penyakit lainnya. Kalau anda punya alat ukur diabetes dan kolesterol maka anda bisa langsung membuktikan khasiat olivetree white tea ini..

HARGA RP.45.000/ PACK

INFO Hub : 085218797227 atau klik : www.whiteteaindonesia.blogspot.com

Kisah Suami Istri Yang Mengharukan


Dalam kisah tersebut diceritakan, sepasang muda-mudi yang menjalin rumah tangga bukan karna saling mencintai, akan tetapi karena paksaan orang tua. Sang istri sebenarnya sangat membenci suaminya, namun kebencian itu tidak pernah ia tunjukkan kepada siapapun dan bahkan sang istri tetap melayani suaminya selayaknya suami istri pada umumnya, karena memang itulah kewajibannya.



Seiring berjalannya waktu, mereka pun dikaruniai seorang anak, padahal dari awal sang istri sudah memutuskan untuk tidak mempunyai anak. Dan dari sinilah Kisah Suami Isti yang Mengharukan ini dimulai. Ok langsung saja Anda simak kisah selengkapnya berikut ini.



Kisah Inspiratif : Kisah Cinta Suami Istri Mengharukan Banget



Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.



Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.



Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.



Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.



Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.



Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.



Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.



Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.



Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.



Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”



“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.



Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.



Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.



Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.



Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.



Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.



Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.



Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.



Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.



Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.



Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.



Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.



Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.



Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.



Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.



Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!



Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.



Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.



Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”



Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”



Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”



Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”



Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.



KATALOG PRODUK DAN PELUANG USAHA  PT.VICTORY COSMETINDO

KLIK DISINI :